Membangun Nilai Spiritual Melalui Profil Pelajar Pancasila

Secara etimologi kata “spirit “berasal dari Bahasa latin“spiritus” yang artinya roh, jiwa,sukma, kesadaran diri , wujudtak berbadan, nyawa hidup ”Dalam perkembangannya kata spirit diartikan secara lebih luas lagi. Para filsuf mengonotasikan “Spirit” dengan (1). Kekuatanyang menganimasi dan memberi energi pada cosmos, (2) kesadaran yang berkaitan dengan kemampuan, keinginandan intelegensi, (3) makhluk inmaterial (4) wujud ideal akal pikiran (meliputi intelektual,rasional, moralitas, kesucianatau keilahian). Sedangkan spiritual agama berkaitan dengan kualitasmental (kesadaran), perasaan, moralitas dan nilai-nilai luhur lainnya yang bersumber dari agama.

Saat ini kita semua berada pada zaman modern dimana manusia lebih percaya pada kekuatan materi yang didukung sains dan teknologi sebagai hasil penelitian ilmiah yang mengandalkan kekuatan pancaindera dan akal pikiran,yakni melalui observasi,eksperimen dan studi lapangan. Mereka memandang bahwa seluruh kebutuhan hidupnya dapat diatasi oleh materi, sains dan teknologi.

Banyak diantara kita memandang bahwa mental spiritual yang diajarkan agama hanya membawa kemunduran;agama hanya candu bagi masyarakat; agama hanya sebagai alat penghibur bagi orang-orang yang tidak mampu bersaing; agama mengajarkan kemunduran dan lain sebagainya. Namun, pandanganhidup yang meninggalkan mental spiritual yang diajarkan agama itu ternyata gagal. Mereka tidak mampu mencegah terjadinya dekadensi moral, konflik dan peperangan, kerusakan lingkungan, peredaran narkoba,praktek ekonomi kapitalistik danmonopoli, prostitusi, penyalah-gunaan teknologi informasi, dan lain sebagainya. Selain itu,kehidupan mereka yang bergelimang dengan materi itu ternyata telah mengalami kesepian (lonely), pribadi yang terpecah (split personality), kehidupan mereka sangat rapuh,cemas, galau, gamang, stress,dan tidak siap menghadapi ujian hidup.

Guna mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini maka kami mengajak semua warga di SMP Negeri 1 Salatiga untuk mulai membangun nilai-nilai spiritual di lingkungan SMP Negeri 1 Salatiga, salah satunya dengan kegiatan yang tercakup dalamProfil Pelajar Pancasila yang telah dicanangkan olehKementrian Pendidikan danKebudayaan, Riset danTeknologi. Ketika menghadapi problema,mereka pergi ke tempathiburan, meminum minumankeras, mengkonsumsi narkoba,bahkan bunuh diri, dan seterusnya.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman,bertakwa kepada Tuhan YME,dan berakhlak mulia,berkebinekaan global,bergotong royong, mandiri,bernalar kritis, dan kreatif. Adapun pengembangan dari elemen profil pelajar Pancasila sebagai berikut:

    1. Beriman, bertakwa kepadaTuhan YME, dan berakhlakmulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepadaTuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemenkunci beriman, bertakwa kepadaTuhan YME, dan berakhlakmulia: (a) akhlak beragama; (b)akhlak pribadi; (c) akhlakkepada manusia; (d) akhlakkepada alam; dan (e) akhlakbernegara. Elemen dan kunci kebinekaanglobal meliputi mengenal danmenghargai budaya,kemampuan komunikasiinterkultural dalam berinteraksidengan sesama, dan refleksi dantanggung jawab terhadappengalaman kebinekaan.

    2. Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur,lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa

    3. Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong,yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.Elemen-elemen dari bergotongroyong adalah kolaborasi,kepedulian, dan berbagi.

    4. Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.Elemen kunci dari mandiri terdiridari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

    5. Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dangagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

    6. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna,bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

 

Nilai spiritual yang terkandung didalam pilar/pedoman ProfilPelajar Pancasila hendaknyaselalu menjadi dasar bagi kitasebagai guru, tenaga kependidikandan pelajar untuk bisamengamalkannya dalamkehidupan kita sehari-hari baik disekolah maupun di lingkungan rumah kita ataupun di mana saja kita berada.

Menurut Ki Hajar Dewantara,Tokoh Pendidikan Di Negeri Kita bahwa sekolah merupakan taman atau tempat bermain siswa yang menjadikan tempat yang nyaman untuk dapat mengembangkan potensi siswa dan membentuk pribadi yang unggul, cerdas dan berkarakter agar dapat berkompetisi secara global,dengan prinsip Pratap Triloka yang sudah sering kita dengar yaitu :

1. Ing ngarsa sing tuladha (yang di depan menjadi teladan),

2. Ing madya mangun karsa ( yangdi tengah membangun inisiatif/kemauan) dan

3. Tut Wuri handayani (yang di belakang turut serta untuk selalu mendukung), terkandung maksud bahwa setiap elemen dalam suatu organisasi berperan penting untuk selalu bersama-sama mewujudkan visi misi kita.

 

Penulis :

Ngadiman, M.Or.

Kepala SMP Negeri 1 Salatiga

GALLERY

Humas SMP Negeri 1 Salatiga

Humas SMP Negeri 1 Salatiga