SMP Negeri 1 Salatiga Meraih Juara 3 pada Lomba Melukis Tertib Berlalu Lintas Tahun 2021
Admin SMP N 1 Salatiga
Berkarya Bersama Lukisan
Kita tahu bahwa pandemi belum berakhir. Sudah setahun lebih pandemi mengembara di bumi pertiwi, menyerang siapa saja tanpa menyeleksi. Bahkan, angka kematian pun naik-turun. Peringatan tentang 3M bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sebuah hal yang perlu kita lakukan agar terhindar dari bahaya virus corona. Selain mematuhi 3M, kita dianjurkan untuk mengurangi mobilitas dengan cara tetap berada di rumah.
Namun, tak sedikit yang selalu merasa senang ketika di rumah. Ada kalanya kita merasa bosan, ingin keluar, liburan, dan lainnya. Mayoritas orang memang memilih untuk menunda keinginan berpergian keluar rumah demi mengurangi paparan virus corona. Beragam cara pun dilakukan untuk mengusir rasa bosan, salah satunya dengan berkarya.
Akhir-akhir ini melukis menjadi pilihan masyarakat untuk mengusir rasa bosan. Seperti Gracia Hedyastata, peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 1 Salatiga yang berkarya melalui lukisan. Gracia juga mengembangkan kemampuannya dengan mengikuti lomba-lomba yang sesuai dengan minatnya, salah satunya mengikuti lomba melukis yang diadakan Satlantas Polres Salatiga pada tanggal 14-17 September (untuk karya dalam bentuk digital) dan 20 September 2021 (untuk karya dalam bentuk media kertas).
Ketika mengikuti lomba ini, Gracia berada di bawah bimbingan guru seni budaya SMP Negeri 1 Salatiga yaitu Ibu Andri Yulianingsih, S.Pd. Banyak tantangan yang Gracia alami, diantaranya rasa gugup dan rasa takut jika tidak berhasil. Namun, dengan dasar keberanian, percaya diri, memiliki keyakinan untuk mengikuti lomba dan rasa sportif yang tinggi, Gracia berhasil menghalau tantangan tersebut.
Gracia berhasil membawa pulang juara 3, membanggakan SMP Negeri 1 Salatiga. Awalnya ia ragu dengan karyanya jika kurang maksimal karena tiap karya dinilai dari ide kreatif yang dituangkan dalam gambar, kesesuaian tema, dan estetika karya.
“Menurut saya yang paling utama dari lomba seni adalah ide kreatif kita. Pastikan kalau mau ikut lomba ada niatnya, mau menerima hasilnya walaupun tidak ‘menang’. Tapi, ide dari sebuah karya itu mahal. Apa pun karyanya, patut kita hargai,” ungkap Gracia.
Semoga dengan prestasi yang Gracia Hedyastata dapatkan bisa mendorong diri kita untuk tetap berkarya walau masa pandemi belum berakhir. Jangan sampai potensi dalam diri kita pudar karena pandemi yang tak kunjung usai. Asahlah potensi itu karena suatu hari nanti pasti akan berguna untuk masa depan kita.
Penulis 1: Brama Listya VIIIA/7
Penulis 2: Frigia Augusta Castar Lovefly VIIIC/13
Editor : F. Denie Wahana, S.Kom.

-cover.jpg)