Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2022

Salatiga, 21 Februari 2022 - Hari di mana SMP Negeri 1 Salatiga mendapat kesempatan berkunjung Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Ngronggo Salatiga dalam rangka memeringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang kali ini diwakili langsung oleh kepala SMP Negeri 1 Salatiga, bapak Ngadiman, M.Or. beserta Waka Kesiswaan, bapak Slamet Riyadi, S.Pd. dan beberapa perwakilan anggota OSIS SMP Negeri 1 Salatiga. Peringatan HPSN ini difaktori oleh tragedi meledaknya sampah di Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah pada 21 Februari 2005. Tragedi ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya, 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari TPA Leuwigajah. 

Pada amanah Apel Pagi bertemakan “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim” yang dimulai sekitar pukul 8.45 WIB, pembina apel, Bapak Muhammad Haris, SS, M.Si. yang merupakan Wakil Walikota Salatiga menyampaikan sejarah tanggal 21 Februari dinobatkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Bapak Muhammad Haris, S.S., M.Si. pun turut mengucapkan terima kasih kepada teknisi-teknisi dan sukarelawan yang dengan ikhlas telah berjuang mengelola sampah yang ada di Kota Salatiga. Setelahnya, Bapak Muhammad Haris, S.S., M.Si. menyampaikan program bernama Kampung Iklim yang memiliki tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan sampah.

Setelah Apel Pagi usai, kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Kota Salatiga dilanjut oleh penyemprotan eco-enzyme ke tumpukan sampah untuk mempercepat penguraian sampah organik. Eco-enzyme adalah cairan disinfektan alami yang terbuat dari kulit buah-buahan, dicampur dengan cairan gula molase, lalu difermentasi selama tiga bulan. Nah, sebetulnya eco-enzyme ini merupakan cairan yang multifungsi karena selain bisa digunakan untuk mempercepat penguraian sampah organik, eco-enzyme dapat digunakan sebagai cairan mengepel lantai, sebagai pengganti air garam saat hendak mengobati kaki yang bengkak, dan yang paling keren adalah dapat dijadikan handsanitizer.

Nah, setelah mengetahui bahwa tumpukan sampah dapat memacu ledakan, ada baiknya kita turut berkontribusi dalam pengelolaan sampah. Hal paling sederhana yang dapat kita lakukan adalah menerapkan budaya reuse, reduce, recycle.

  • Reuse: Menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
  • Reduce: Mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah berlebih.
  • Recycle: Mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Mari kita bersama berjuang menciptakan kehidupan bumi yang lebih sehat, salah satunya menjadi sosok yang lebih peduli dengan sampah yang ada di lingkungan kita.

 

Penulis 1         : Brama Listya/VIII-A.

Penulis 2         : Frigia Augusta C.L/VIII-C.

Penulis 3         : Aldrich Akwa Nadhif/VIII-E.

Editor              : F. Denie Wahana, S.Kom.

 

 

 

GALLERY

Admin SMP N 1 Salatiga

Admin Web SMP N 1 Salatiga