Pentingya Kantin Kejujuran Dalam Pendidikan Karakter
Humas SMP Negeri 1 Salatiga
Lembaga pendidikan seperti sekolah adalah tempat bertemunya antara pendidik atau pengajar dengan peserta didik atau murid. Di sinilah terjadi proses belajar mengajar, pergaulan para peserta didik atau murid dengan teman-temannya dan anggota sekolah yang lain. Dari sekolah itulah peserta didik atau murid banyak mendapatkan banyak informasi dan pengalaman, sehingga tumbuh dan berkembang karakter para peserta didik. Karakter para peserta didik sebagai manusia biasa ada yang negatif dan ada yang positif. Kita semua tentulah mengharapkan penumbuhan karakter peserta didik atau murid yang positif. Karakter positif ini contohnya adalah rajin belajar, rajin beribadah sesuai agama dan keyakinannya, sayang kepada teman, tanggung jawab, mandiri, gotong royong, senang menolong, tertib, disiplin, sopan santun, jujur dan sebagainya. Salah satu sikap positif yang ditumbuh kembangkan adalah jujur.
Lembaga swadaya masyarakat anti-korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis Laporan Tren Penindakan Kasus Korupsi Semester 1 2021. Berdasarkan data yang dikumpulkan ICW, jumlah penindakan kasus korupsi selama enam bulan awal tahun 2021 mencapai 209 kasus. Jumlah itu naik dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 169 kasus. data.tempo.co/data/1208/icw-angka-penindakan-kasus-korupsi-semester-1-2021-naik-jika-dibandingkan-tahun-sebelumnya. Diakses pada 13 April 2022 .

Dengan demikian salah satu langkah nyata sekolah adalah mewujudkan Kantin Kejujuran. Kata kantin berarti tempat atau ruang yang digunakan untuk menjual makanan dan minuman. Sedangkan kata kejujuran berasal dari kata dasar jujur. Dalam KBBI kata jujur artinya sama dengan: 1.lurus hati; tidak berbohong (misalnya berkata dengan apa adanya); 2.tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku); 3. tulus; ikhlas; sedangkan kejujuran /ke-ju-jur-an/n sifat (keadaan) jujur;ketulusan (hati); kelurusan (hati). kbbi.web.id/jujur. Diakses pada 13 April 2022. Jadi Kantin Kejujuran adalah tempat untuk menjual makanan dan minuman yang tidak ada penjaganya, pembeli mengambil barang yang dibeli sendiri dan memasukkan uang pembayaran pada tempat yang sudah disediakan. Pada Kantin Kejujuran sudah ada harga makanan atau minuman yang dijual. Ada kotak uang untuk meletakkan uang pembayaran, juga ada uang yang disediakan untuk pembeli apabila memerlukan kembalian. Namun ada Kantin Kejujuran yang sudah ditulisi membayar dengan uang pas, karena untuk lebih menyiapkan para pembeli dalam membayar makanan atau minuman yang tersedia. Lepas dari hal disediakan uang pengembalian atau tidak, tujuan Kantin Kejujuran adalah untuk melatih penerapan dan pembiasaan sikap mulia yaitu jujur bagi para pembeli, yaitu para peserta didik atau murid khususnya, juga bagi semua warga sekolah pada umumnya.
Berpijak dari pepatah “Kejujuran mata uang di mana-mana,” maka menanamkan sikap jujur pada setiap peserta didik atau murid adalah mutlak diperlukan. Baik dalam lingkungan hidup di keluarga, sekolah, dan masyarakat maupun dalam lingkungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab apabila kehidupan dalam keluarga, lembaga, organisasi bahkan negara sekalipun selalu dihiasi perilaku jujur oleh para anggotanya atau warganya maka akan tercipta kehidupan yang terasa aman, tentram, adil dan akhirnya terwujud suatu kehidupan yang sejahtera bahagia untuk semuanya. Diharapkan kedepannya mereka tetap menjunjung tinggi sikap jujur sehingga terhindar dari tindakan korupsi. Bahkan dalam ajaran Islam, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada jalan kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan mengantarkan ke dalam surga, sesungguhnya orang yang benar-benar jujur akan dicacat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya orang yang dusta akan mengantarkan ke jalan kejelekan, dan sesungguhnya kejelekan itu akan mengantarkan ke dalam neraka, sesungguhnya orang yang benar-benar dusta akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.“ HR. Al Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2606.
Penumbuhan budi pekerti para peserta didik adalah tanggung jawab semua guru sebagai pendidik, bukan hanya tugas guru Agama dan Budi Pekerti juga guru PPKn saja. Dengan demikian diwujudkan Kantin Kejujuran sebagai satu usaha pendidikan budi pekerti khususnya sikap jujur sangat penting untuk didukung oleh semua komponen sekolah. Karena sikap jujur akan membawa kepada kehidupan yang mulia baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Penulis:
Dra. Dayah Sulimah
Guru Mapel Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Salatiga

