KELOR, POHON KEAJAIBAN

KELOR, POHON KEAJAIBAN

 

Sudah tidak asing lagi, kita pasti sering mendengar peribahasa “dunia tidak selebar daun kelor” yang memiliki arti bahwa dunia ini tidak sempit seperti ukuran  daun kelor walaupun pada kenyataanya selebar apa sebenarnya daun kelor tersebut banyak yang belum mengetahuinya. Mari kita mempelajarinya.

Klasifikasi Tanaman Kelor :

Termasuk dalam Kingdom/Kerajaan Plantae, Divisio : Magnoliophyta, Kelas : Magnoliopsida, Ordo : Brassicales, Famili : Moringaceae, Genus : Moringa dan Species : Moringa oleifera L. Tumbuhan ini memiliki ketinggian pohon 7 - 11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak, buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang. Tanaman kelor sangat mudah ditanam. Kelor dapat ditanam dengan cara stek batang seperti menanam tanaman singkong atau melalui pembenihan biji. “Pohon kelor akan kuat sampai 50 tahunan. Jika pohonnya sudah mulai tinggi kira - kira 1 meter, dipangkas secara berkala agar produksi daunnya melimpah dan selalu tumbuh rindang seperti tanaman teh.

Mengapa daun Kelor?

Daun ini memiliki cerita yang mengandung mistis sampai sekarang yang sebagian besar masyarakat menganggap daun kelor ini bisa mengusir dan mengalahkan makhluk halus sehingga mereka takut bila terkena atau memakan daun kelor kesaktiannya dengan kekuatan makhluk halus akan hilang. Karena memiliki keyakinan seperti itu, maka mereka takut terkena sentuhan ataupun memakan daun kelor dan secara psikologis kekuatannya akan runtuh duluan sehingga pada akhirnya memang fisiknya benar-benar juga ikut lemas dan ambruk menjadi sakit dan tergeletak lama tapi tidak juga meninggal. Keyakinan ini akan semakin kuat bahwa orang tersebut memiliki ilmu dan kesaktian, untuk menghilangkannya maka biasanya orang yang sakit tersebut disapu atau diusapkan daun kelor di bagian kedua kakinya supaya orang tersebut dapat meninggal dengan tenang, begitu pula pada waktu jasadnya dimandikan juga disapu atau diusap lagi dengan daun kelor supaya bila masih ada benda benda mistis dan makhluk halus yang masih menempel di tubuhnya hilang semuanya, kembali menjadi bersih. Kadang masih ada masyarakat yang menaruh seikat daun kelor ini di atas pintu masuk rumahnya karena mereka percaya bahwa daun kelor ini dapat menolak kedatangan makhluk halus / sebagai tolak bala.

Tanaman kelor memiliki nama yang berbeda untuk setiap daerah contohnya kelor dikenal di daerah (Jawa , Bali dan Lampung), , Maronggih (Madura), Moltong (Flores), Keloro (Bugis), Ongge (Bima), dan Hau fo (Timur). Daun Kelor memiliki nama ilmiah Moringa oleifera L. mendapat julukan dari para ahli sebagai  "The Miracle Tree" atau pohon keajaiban karena walaupun kecil memiliki segudang manfaat yang luar biasa. Tidak hanya daunnya saja yang berkhasiat, manfaat dari biji, kulit batang kelor pun tak kalah mengagumkan. 

Tahukah anda manfaat daun kelor bagi kesehatan tubuh?

Daun kelor memiliki segudang manfaat baik bagi kesehatan tubuh manusia yaitu membantu perkembangan tubuh serta menjadi obat tradisional yang bisa mengobati berbagai macam penyakit karena mengandung 15x lebih tinggi kandungan potassium dibandingkan pisang, 17x lebih tinggi Calcium daripada susu, 25x lebih tinggi zat besi daripada bayam, 10x lebih tinggi vitamin A daripada wortel, 4x lebih tinggi protein dari daripada telur ayam, 0,75x lebih tinggi kandungan vitamin C nya.

Beberapa khasiat daun kelor untuk kesehatan tubuh antara lain :  mengobati kanker, menyehatkan mata, menurunkan kadar gula, sebagai anti oksidan, menurunkan kolesterol, gizi untuk ibu menyusui, sebagai anti aging, menyehatkan pencernaan, menjaga fungsi otak, mengobati cacingan .

Tingginya kandungan gizi dalam daun kelor, banyaknya manfaat yang dimiliki dan mudahnya dalam menanam diharapkan banyak masyarakat yang mulai menanam  tanaman kelor untuk di konsumsi sendiri ataupun untuk dijual. Daun kelor bisa dikonsumsi dalam kondisi segar, dimasak, atau diolah dalam bentuk tepung sehingga bisa disimpan selama beberapa bulan. Selain dimanfaatkan secara tradisional, daun kelor juga bisa dikembangkan menjadi produk pangan modern seperti nugget daun kelor, biskuit daun kelor, kerupuk kelor, kue kelor, permen kelor, juga teh daun kelor, pudding daun kelor.

Di masa pandemi seperti ini, tingginya kandungan nutrisi yang dimiliki daun kelor sangat membantu kita untuk menjaga imunitas tubuh. Daun kelor memang bukan obat COVID-19, tapi dengan kita mengonsumsi daun kelor secara rutin diharapkan dapat membentengi tubuh kita dari radikal bebas dan virus corona.

Dibawah ini saya sertakan contoh resep masakan yang bahan dasarnya dari daun kelor yaitu telur dadar daun kelor (tedar dalor) dan sayur bening daun kelor (saning dalor). Masakan telur dadar dan sayur bening adalah menu lauk dan sayur  yang paling praktis karena proses memasaknya sangat mudah dan tak memakan waktu lama.

Dengan resep berikut ini : jadikan telur dadar daun kelor dan  sayur bening daun kelor sebagai sajian lezat berikutnya di rumah anda.

TELUR DADAR DAUN KELOR (TEDAR DALOR)

Bahan-bahan :

  1. 3 Butir telur ayam
  2. 1 Ranting daun kelor
  3. 3 Cabe merah keriting
  4. 1 Cabe rawit
  5. 1 Bawang putih
  6. 3 Bawang merah iris tipis
  7. Garam secukupnya
  8. Penyedap rasa / kaldu bubuk secukupnya
  9. Lada bubuk secukupnya

Cara membuat :

  1. Haluskan cabe merah keriting, cabe rawit, bawang putih dan garam.
  2. Kocok telur, masukkan daun kelor, bawang merah iris tipis dan bumbu yang telah dihaluskan, tambahkan penyedap rasa / kaldu bubuk secukupnya.
  3. Goreng sesuai selera, dapat langsung digoreng semua, atau sedikit – sedikit, sesuai selera. Setelah matang tiriskan. Sajikan di piring saji. 

SAYUR BENING DAUN KELOR ( SANING DALOR)

Bahan – bahan :

  • 3 tangkai daun kelor
  • 1 buah labu siam, potong dadu
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 1 lembar daun salam
  • 1000 ml air, untuk merebus
  • 1 ruas kunci
  • kaldu bubuk  secukupnya
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Didihkan air, masukkan bawang merah yang telah di iris, 1 ruas kunci dan daun salam.
  2. Masukkan labu siam, masak hingga matang.
  3. Masukkan daun kelor, kaldu bubuk secukupnya, garam secukupnya, aduk. Matikan api.   Sajikan.

Praktiskan? Selain menggunakan sayuran pendamping seperti labu siam kita juga dapat menambahkan jagung manis, irisan bakso ikan, bakso sapi, tomat, atau wortel sebagai penambah rasa dan variasi warna. Mari kita hadirkan telur dadar daun kelor dan sayur bening daun kelor sebagai hidangan baru favorit keluarga. Yuk, kita mulai memasak telur dadar daun kelor dan sayur bening daun kelor untuk buka puasa nanti! Selamat Mencoba.

Daun kelor memang sempit dan kecil. Tapi, apakah kita bisa menyamai manfaat kelor dalam hal memberikan kebermanfaatan?. Mari kita renungkan…

 

 

Penulis

Mistiana Eni Purwanti, S.Pd.Bio., M.Pd.

Guru IPA SMP NEGERI 1 SALATIGA

GALLERY

Humas SMP Negeri 1 Salatiga

-