Bebras Challenge Indonesia di SMP Negeri 1 Salatiga Tahun 2017
Admin SMP N 1 Salatiga
SMP Negeri 1 Salatiga - Kamis, 16 November 2017. Bebras Indonesia yang diselenggarakan di kota Salatiga bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW dan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, pelaksanaan bebras dibantu pengawasan dosen, guru dan bersama beberapa mahasiswa FTI UKSW. Tantangan Bebras Indonesia di kota Salatiga diikuti oleh 48 peserta dari berbagai SMP Negeri / Swasta, MTS Negeri / Swasta se-Salatiga. Peserta dari SMP Negeri Salatiga berjumlah 3 peserta didik kelas VIII, Izza Nasira Azzahra, Prima Satya Prabawa, Muhammad Afif Griyadana. Semoga tantangan ini membawa semangat dan pengalaman tersendiri bagi para peserta serta membawa juara bagi SMP Negeri 1 Salatiga khususnya. Amin
Penulis : F. Denie Wahana, S.Kom.
Tentang Bebras Indonesia
Bebras pertama kali digelar di Lithuania (www.bebras.org), merupakan aktivitas ekstra kurikuler yang mengedukasi kemampuan problem solving dalam informatika dengan jumlah peserta terbanyak di dunia. Siswa peserta akan mengikuti kompetisi bebras di bawah supervisi guru, yang dapat mengintegrasikan tantangan tersebut dalam aktivitas mengajar guru. Kompetisi ini dilakukan setiap tahun secara online melalui komputer.
Yang dilombakan dalam kompetisi adalah sekumpulan soal yang disebut Bebras task. Bebras task disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar yang menarik, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami soal. Soal-soal tersebut dapat dijawab tanpa perlu belajar informatika terlebih dahulu, tapi soal tersebut sebetulnya terkait pada konsep tertentu dalam informatika dan computational thinking. Bebras task sekaligus menunjukkan aspek informatika dan computational thinking.
Kompetisi Bebras didirikan di negara Lithuania oleh Prof. Valentina Dagiene dari University of Vilnius pada tahun 2004. Bebras adalah istilah dalam bahasa Lithuania untuk “beaver” (dalam bahasa Indonesia adalah “berang-berang”). Bebras dipilih sebagai simbol tantangan (challenge), karena hewan beaver berusaha keras untuk mencapai target secara sempurna dalam aktivitasnya sehari-hari. Mereka membuat bendungan dari ranting-ranting pohon di sungai atau aliran air dan membuat rumahnya sendiri. Kompetisi ini disebut Bebras untuk menunjukkan kerja keras dan kecerdasan diperlukan di dalam kehidupan.
Kompetisi Bebras dilaksanakan setiap tahun. Negara yang sudah berpartisipasi mengikuti Bebras ada 50 negara, belum termasuk Indonesia. Pada tahun 2015, jumlah peserta yang mengikuti Bebras mencapai 1,3 juta siswa dari berbagai belahan dunia.
Setelah kunjungannya ke Indonesia pada bulan Februari 2016, Prof. Valentina Dagiene (Vilnius University, Lithuania), yaitu penggagas (founder) Bebras Internasional, mengundang Indonesia menjadi observer pada Workshop Internasional Bebras pada bulan Mei tahun 2016.
Indonesia berpartisipasi mengadakan Bebras Challenge untuk pertama kalinya pada bulan November 2016, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Komite Internasional Bebras.

_cover.jpg)